Perempuan itu indah, perempuan itu cantik dan
perempuan itu sangat mempesona. Menurut kitab suci perempuan di ciptakan dari
tulang rusuk laki-laki makanya di takdirkan laki-laki adalah pemimpin atau
pelindung kaum perempuan yang selalu menyayangi dan mencintai kaum perempuan.
Tapi tidak sedikit kaum laki-laki yang melecehkan kaum perempuan atas nama
cinta dan kasih sayang.
CINTA bagi
laki – laki yang suka merendahkan martabat kaum perempuan di singkat
menjadi Cuma Ingin Nikmati Tubuh Anda, karena memang kenyataan tubuh perempuan
itu nikmat, dan kaum perempuan atas nama cinta dan kasih sayang pada kaum
laki-laki gampang saja memberikan kehormatan dan kenikmatan tubuhnya kepada
kaum laki-laki tanpa memikirkan akibatnya ke depan.
Hal ini sering terjadi di zaman sekarang, rasa
kasih dan rasa sayang yang di berikan Tuhan kepada umat manusia yang berlainan
jenis di bumbui oleh nafsu setan atas nama cinta dan kasih sayang, dan biasanya
yang sangat di rugikan adalah kaum perempuan. Kaum yang seharusnya di sayangi
dan di lindungi oleh kaum laki-laki.
Tangisan adalah tanda penyesalan dari kaum
perempuan akibat pengorbanan dari cintanya yang di lecehkan. Tangisan yang
sebenarnya hanya menjadi bahan tertawaan bagi laki-laki yang kehilangan hati
nurani atas nama cinta dan kasih sayang.
Minah adalah contohnya, dia terlalu gampang di
nina bobokan oleh cinta sehingga gampang sekali menyerahkan tubuhnya atas nama
cinta dan akhirnya penyesalan lah yang ia dapatkan.
“ Kamu harus bertanggung jawab Ton “, kata
Minah sambil memegang perutnya yang sedang hamil muda.
“ Enak aja, bukan hanya aku yang pernah tidur
sama kamu Derri juga, iyakan ? “, tanya Anton dengan mata melotot.
“ Tapi ini anakmu Ton, darah dagingmu “, Minah
memelas memohon pertanggung jawaban dari Anton.
“ Sudahlah, gugurkan saja, habis cerita “, kata
Anton lagi sambil pergi meninggalkan Minah dengan sepeda motornya.
Minah menangis sejadi-jadinya seolah-olah dia
sudah tidak punya harga diri lagi di hadapan orang yang pernah mengisi hatinya.
Dia teringat saat pertama kali bertemu Anton,
laki - laki sederhana yang pertama kali
menyentuh hatinya. Anton yang sering memuji tatapan matanya, bibirnya juga
senyumnya. Laki-laki yang rayuannya membawanya terbang jauh ke nirwana bahkan
mencapai ke langit ke tujuh, rayuan laki-laki yang membuatnya merasa sebagai
perempuan yang paling sempurna di muka bumi sehingga dia tidak ragu untuk
menyerahkan kehormatannya pertama kali kepada laki-laki ini.
Tapi semuanya berubah ketika dia mengenal
Derri, seorang laki-laki kaya yang diam-diam suka memperhatikan kecantikan dan
kemolekan tubuhnya. Dengan kekuasaan hartanya Derri terus saja merayu dan
merayu Minah sehingga kian lama rasa cintanya kepada Anton memudar karena silau
kepada harta dan jabatan Derri, hingga dia juga menyerahkan kehormatannya
kepada laki-laki ini akibatnya dia berbadan dua dan tidak tahu siapa bapaknya.
Masih teringat dalam ingatannya ketika dia
meminta pertanggung jawaban kepada Derri.
“ Apa ?, kamu hamil ?, itu bukan anak ku karena
bukan aku pertama kali yang pernah tidur sama kamu “, kata Derri kepada Minah.
“ Der… “, air mata Minah berlinang mendengar
ucapan Derri yang biasanya lembut dan penuh kasih.
“ Sudahlah, aku tidak selevel dengan kamu…nih
uang…gugurkan ! “, kata Derry sambil memberinya uang yang sangat banyak untuk
mengugurkan kandungannya.
“ Aku tidak perlu uangmu, nih ambil “, kata
Minah menangis sambil melemparkan uang yang di berikan Derri ke wajah Derri.
Derri mengutip uang yang berserakan kemudian
berlalu dengan mobil mewahnya.
Hidup Minah rasanya hancur, Derri tak mau dan
Anton juga tak mengakui bahwa benih yang ada dalam kandungannya adalah anak
mereka…dia memegang perutnya antara cinta dan benci pada buah cinta yang
sekarang ada dalam rahimnya.
“ Aku tidak akan pernah mau mengugurkan anak
yang tak berdosa ini dan aku harus mencari laki-laki yang mau mengakui anak ini
sebagai anaknya, apapun caranya, kalau tak ada aku akan membesarkan dan
mengurus anak ini sendiri “, kata Minah dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar