Dalam ajaran Islam ada yang namanya Ihsan,
Rukun Iman dan Rukun Islam. Ihsan, Rukun
Iman, Rukun Islam pertama kali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW kira-kira
tahun 622-624 Masehi di hadapan para sahabatnya di Masjid Madinah (Yatsrib).
Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan itu dinyatakan oleh beliau sebagai intisari
ajaran agama Islam yang tercantum dalam Al Qur’an, yang selanjutnya dihayati
dan di lakukan dalam berbagai aspek kehidupan para sahabat Nabi kala itu.
Akan
tetapi, ketika Islam sampai di Indonesia dengan aneka pengaruh yang masuk ke
dalam ajarannya, Ihsan, Rukun Iman dan
Rukun Islam tersebut hanya terfokus pada upaya merefleksikan pengabdian kepada
Allah SWT dalam arti keruhanian saja. Sedangkan kegiatan yang bersifat duniawi
ditangani oleh berbagai doktrin lainya.
Hal
inilah yang membuat umat Islam Indonesia bahkan dunia tertinggal jauh.
Seolah-olah Islam hanya berhubungan dengan akhirat dan ruhani sementara pintu
pikir tertutup karena harus taklid buta pada doktrin pemikiran-pemikiran ulama
yang sudah ada sebelumnya, ibaratnya kalau ulama zaman dahulu naik onta maka
sekarang kita juga harus naik onta karena bila kita naik sepeda motor, mobil
atau pesawat terbang maka kita seperti sudah lebih hebat dari pada ulama-ulama
zaman dahulu.
Kebenaran
hanya milik Allah SWT bukan menurut pemikiran si anu atau si ini, karena
manusia di berikan akal dan pikiran oleh Allah SWT dengan rambu-rambu yang ada
yaitu jangan melanggar Alqur’an dan Al-Hadist.
Seorang
yang merasa diri paling benar dan paling Islam adalah manusia-manusia sombong,
apalagi mengatakan bahwa si fulan dan si fulan di ragukan ke Islam nya karena
mengatakan ini dan itu dalam pemikirannya, karena melakukan sufistik dalam
kehidupannya dan lain sebagainya. Coba kita tanyakan kepada dia, sejak kapan
dia menjadi ALLAH SWT sehingga dia berhak meragukan ke Islaman seseorang ?,
dapatkah dia membuktikan bahwa dia lebih benar di mata Allah SWT ?, padahal
sholatnya sama, puasanya sama, zakatnya sama, hajinya sama bahkan Tuhan yang di
sembah juga sama.
Hanya
orang tolol yang mengatakan bahwa suara gudang hati manusia atau Shigbhah Allah
pada manusia yang ada dalam Asmaul Husna lebih tinggi dari Alqur’an dan
Al-Hadist. Al’qur’an dan Hadist itu adalah petunjuk bagi manusia untuk mencapai
Ridha Allah SWT, Ridha Allah SWT itulah yang paling tinggi bagi manusia yang
hidup yaitu dengan cara mengimplimentasikan Ihsan, Rukun Iman dan Rukun Islam
dalam kehidupannya sehari-hari dengan mengunakan akal dan pikirannya sesuai
dengan pilihan manusia yang ada dalam gudang hati manusia itu sendiri.
Kita
kembali ke Jali yang sangat tertarik pada pembicaraannya dengan pak Widodo,
Rustam dan Bahar dan dia mendapatkan inspirasi untuk membuat sebuah lagu lalu
dia mengambil gitar yang ada dalam sudut kamarnya lalu memetiknya.
Mustahil
Orang Di Sebut Islam
Sebelum
Dia Jadi Beriman
Mustahil
orang Di Sebut Beriman
Sebelum
Dia Jadi Manusia
Mutahil
Orang Di Sebut Manusia
Bila
Gagal Berikan Kasih Sayang
Bismillah
Karena
Dasarnya Manusia Di Ciptakan
Untuk
Kasih Sayang.
Berapa
Banyak Orang Di Negeri Ini
Dikit-Dikit
Bicaranya Agama
Oh
Tetapi Kelakuan Berbeda
Benarkah
Dia Sudah Manusia
Bismillah
Karena
Dasarnya Manusia Di Ciptakan
Untuk
Kasih Sayang
Kalau
Kau Ingin Merubah Negeri
Mulailah
Dari Diri Sendiri
Jangan
Kau Bertujuan Materi
Dengarkanlah
Suara Ilahi
Bismillah
Suara
Ilahi di Dalam Diri
Tercermin
Dalam Kata Hati Nurani.
Itulah
syair-syair lagu yang di tulis oleh Jali dengan irama dan musiknya sendiri
kemudian dia memberi judul “ PRINSIP BISMILLAH “ pada lagunya kali ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar