Sebenarnya kalau kita mau sedikit berpikir,
cara berpikir manusia atau katakanlah persepsi manusia yang ada dalam otaknya
tidak jauh berbeda dengan sistem kerja komputer.
Komputer itu terdiri atas peralatan input,
prosesor, memory dan output device. Input itu di dapatkan waktu kita mengetik
di dalam keyboard kemudian di transfer input kita tadi kedalam CPU yang ada
prossesor, memory dan output device. Dari output device inilah yang bisa kita
lihat di monitor atau dapat kita print out melalui printer menjadi
lembaran-lembaran kerja. Tapi ingat hal yang terpenting adalah adanya aliran
listrik yang membuat komputer itu bisa nyala atau hidup.
Kalau dalam kehidupan ini, bagi manusia
inputnya adalah dari pendidikan, pengalaman, pergaulan atau lain sebagainya
yang masuk kedalam CPU kita yaitu di otak manusia. Dalam otak manusia ada
kecepatan berpikir atau prossesor dalam komputer, daya ingat atau memori dalam
komputer juga keluaran dari proses kita berpikir atau output device dalam
komputer. Dari output device manusia inilah yang menjadikan hasil-hasil karya
dalam bidang apa saja dan hal yang membuat manusia hidup adalah sebuah kekuatan
supra natural yang terlalu sulit di logikakan, tapi yang pasti manusia bisa
berkarya kalau dia dalam keadaan hidup bukan mati.
Dan bisa kita simpulkan, tehnologi komputer
sebenarnya adalah contoh yang telah di buat oleh Allah SWT sejak manusia itu
ada yaitu bagaimana manusia itu berpikir kemudian menghasilkan karya.
Jadi dalam segala hal kita dapat berpikir
tentang kekuasaan Allah SWT, maka Maha benar Firman Allah SWT dalam surah Ali
Imran ayat 191 sbb :
"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Manusia ini pada dasarnya hanya di suruh
mencontoh dari apa yang sudah di ciptakan oleh Allah SWT, makanya Nabi Muhammad
SAW menyuruh umatnya belajar sampai ke negeri Cina. Negeri yang kebudayaannya
sudah sangat maju pada saat baginda Rasullulah masih hidup.
Kembali ke tokoh kita, Jali yang berangkat ke
toko service komputer untuk memperbaiki CPU komputer pak Darwis yang rusak.
CPU kemudian di periksa oleh seorang petugas
service komputer di toko tersebut kemudian menyambung kabel data ke CPU
tersebut lalu memperbaikinya.
Jali itu orangnya kritis dan dia selalu saja
bertanya pada hal-hal baru yang ingin dia tahu dan kali ini dia tertarik pada
banyak warna di dalam monitor komputer yang di perbaiki itu.
“ Bang, nanya dong !, kenapa komputer ini bisa
banyak warna ya di sini ? “, tanya Jali sambil menunjuk monitor komputer kepada
petugas service komputer tadi.
“ Itu karena komputer ini nyala atau hidup
karena di aliri arus listrik kemudian di beri perintah dengan menekan tombol
keyboard ini lalu di alirkan ke CPU melalui kabel data dan kemudian menjadi
data-data, tulisan-tulisan yang banyak warna dan di tampilkan di monitor ini “,
kata petugas service komputer tersebut sambil menunjuk keyboard, CPU dan
monitor.
“ Jadi ada perintah dari keyboard ini ya bang ?
“, tanya Jali sambil menunjuk keyboard.
“ Ya “, jawab petugas service computer.
“ Lalu di alirkan ke CPU melalui kabel data ini
?”, tanya Jali lagi sambil menunjuk kabel data dan CPU.
“ Ya “, jawab petugas service komputer itu
lagi.
“ Lalu dari CPU ini di alirkan ke monitor dan
jadi data-data, tulisan-tulisan yang banyak warna , gitu ya bang ? “, tanya
Jali lagi.
“ Tepat sekali “, kata petugas service komputer
tersebut sambil tersenyum karena baru sekali ada klien yang seperti Jali selama
dia bekerja sebagai petugas service komputer.
“ Kalau begitu tolong di buka dong tutupnya,
Jali mau lihat data-data dan tulisan-tulisan juga banyaknya warna yang ada di
CPU ini ! “, perintah Jali karena dia ingin tahu dengan menyuruh petugas
service komputer tersebut untuk membuka casing CPU nya.
“ Ya nggak bisa kelihatan dong pak “, jawab
petugas service komputer tersebut.
Jali marah dengan jawaban petugas service
komputer ini.
“ Geblek lu ya “, kata Jali.
“ Lho kok bapak bilang saya geblek “, tanya
petugas service komputer tersebut tak mengerti sambil geleng-geleng kepala.
“ Tadi elu bilang dari CPU ini di alirkan ke
monitor yang jadi data-data dan tulisan-tulisan yang banyak warna “, kata Jali
sambil menunjuk CPU dan monitor.
“ Iya “, jawab petugas service komputer itu
lagi.
“ Seharusnya ada dong data-data dan
tulisan-tulisan yang banyak warna disini, kan asalnya dari CPU ini yang di beri
perintah dari keyboard ini “, kata Jali sambil menunjuk CPU komputer juga
keyboard.
“ Iya ya ? “, kata petugas service komputer itu
lagi kebingungan.
“ Sekarang buka deh tutupnya yang di samping
ini ! “, seru Jali ke petugas service
komputer tersebut.
Petugas service komputer tersebut lalu membuka
casing seperti yang di minta oleh Jali dan Jali mengamati kabel-kabel yang ada
pada CPU komputer.
“ Iya ya,
nggak ada “, kata Jali lagi.
“ Kok bisa nggak ada ya “, tanya Jali lagi
bertanya pada dirinya sendiri.
“ Udah deh ntar gue tanya sama pak Darwis “,
kata Jali lagi.
“ Bang,
mau nanya lagi dong “, kata Jali kemudian
“ Kenapa CPU ini bisa rusak ya ? “, tanya Jali
kepada petugas service komputer setelah CPU tersebut bagus kembali.
“ Ini karena ada virus pak, jadi nge blank
makanya sering-sering di scan dengan anti virus ya pak “, jawab petugas service
komputer.
“ virus ?, ngeblank ? , scan ? , anti virus ?
“, tanya Jali berkali-kali dan pertanyaan ini di ingatnya terus untuk di
tanyakannya pada pak Darwis.
“
Ongkosnya berapa bang “, tanya Jali kemudian.
“ Tiga puluh ribu aja pak “, kata petugas
service komputer.
Lalu Jali memberikan uang ongkos perbaikan
kepada petugas service komputer tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar