Lagu adalah bahasa universal, dengan lagu terkadang kita bisa menangis,
berjingkrak-jingkrak dan lain sebagainya. Tidak sedikit juga lagu di jadikan
sebagai sarana dakwah bahkan terkadang mengajak kita mesum sesuai selera pasar.
Lagu yang baik adalah suara hati dari penulisnya kemudian di buat irama
sesuai dengan aliran musik dari pemainnya.
Dalam irama tidak ada batasan, bisa saja lagu pop di buat dangdut, R
& B, rock & roll atau irama apapun tidak jadi masalah karena irama
adalah masalah rasa bagi penikmatnya.
Alangkah naifnya seseorang yang suka musik dangdut misalnya lantas dia
membenci penikmat musik jazz atau country, itulah manusia naïf senaif-naifnya
seolah – olah rasa dari jiwa hanya dia yang punya.
Seni merupakan ekspresi jiwa, Jiwa yang hidup, jiwa yang kadang-kadang
jatuh cinta, putus asa, kecewa, lucu atau apapun rasa dari jiwa kita.
Menurut teori, seorang pekerja seni adalah mereka yang bekerja
berdasarkan ide dari otak kanannya. Ide ini di dapatkan dari pengalamannya dan
terkadang dari imaginasi atau daya khayal dan ini tidak bisa di pelajari bagi
mereka yang tidak punya bakat.
Kembali ke Jali yang hari ini menyanyikan lagu PREMAN DAN USTAD dengan
gitar di hadapan sahabat-sahabatnya di pos ronda. Mulanya mereka tertawa karena
lagu itu terkesan jenaka tapi banyak pelajaran yang bisa di ambil dari syair
lagu tersebut.
Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada diri kita nanti. Bisa saja
seorang pendosa bertobat dan bisa pula orang yang bertaqwa di hari ini menjadi
manusia yang tergelincir dalam dosa di hari nanti. Tidak ada yang pernah tahu
hari nanti karena hari nanti adalah harapan dan sebuah harapan bisa kita dapat
atau tidak.
Sesungguhnya yang terakhir lebih baik dari awal, apa gunanya kita
berpacaran dengan kekasih kita sekian lama dan kita cinta mati padanya saat
awal tapi akhirnya hanya membuat kita luka. Apa gunanya kita sholat, puasa,
zakat dan haji di hari kemarin tapi hari ini kita tidak lagi melaksanakan
sholat, puasa dan zakat.
Sesungguhnya yang terakhir lebih baik dari awal tapi kita nggak tahu
kapan terakhir itu karena tidak ada seorangpun manusia yang tahu kapan ajal akan
menjemputnya, kapan malaikat maut mencabut nyawanya, kapan jasadnya berpisah
dari ruhnya, tidak ada seorang manusiapun yang tahu karena itu adalah hak Allah
dan ketentuan Allah SWT.
Makanya lebih baik yang ada dalam pikiran kita adalah bahwa hari ini
adalah hari terakhir kita hidup di dunia sehingga kita nggak jadi manusia yang
terlalu sibuk memikirkan dunia tapi melupakan hari nanti, hari kematian yang
setiap saat dapat menghampiri kita dan hari itu pasti akan datang.
“ Jal, gue seneng dengan kata-kata dalam lagu lu ini “, kata Bahar
kepada Jali.
“ Lebih baik mantan preman dari pada mantan Ustad, lebih baik bekas
penjahat dari pada bekas kiai , ya… gue juga seneng kata-kata itu “, kata Baim.
“ Kalau elu seneng ame lagu gue, lalu bagaimana ? “, tanya Jali kepada
kawan-kawannya.
“ Gue yakin Jal, kalau lagu ini kita rekam kemudian kita buat
arransement musiknya, lagu ini akan laku di pasaran “, Bahar suaranya
mengebu-gebu menyampaikan idenya ke Jali.
“ Ya bang…, aku juga yakin itu “, kata Bujang menimpali.
Jali mengangguk-anggukan kepala sambil mikir mendengar saran dari
Bahar.
“ Gini aja deh Jal, kita rekam lagu ini di studio musik kemudian kita
serahkan ke produser, gue yakin banget dia akan suka dan bisa jadi penghasilan
lain buat elu selain dari uang kos anak mahasiswa, tapi kalau elu udah terkenal
jangan lupa sama kita-kita ya “, kata Bahar kemudian.
“ Ye…gue nggak akan pernah lupa sama elu-elu semua “, kata Jali sambil
tersenyum seolah-olah kesuksesan telah dia raih.
Terdengar suara azan di Musholla dan Jali permisi ke
sahabat-sahabatnya.
“ Sorry ya bro…waktunya gue scan diri gue dengan sholat dan zikir, kan
yang terakhir lebih baik dari awal “, kata Jali kepada kawan-kawannya.
“ Sebentar Jal, gue juga mau ikut sholat sama elu “, kata Bahar.
“ Aku jugalah bang “, kata Bujang begitu juga dengan sahabat-sahabat
Jali yang lainnya.
“ Ayo deh, kita bareng sholat ke Musholla, bukankah yang terakhir lebih
baik dari awal “, kata Jali kemudian.
Sejak saat itu sahabat-sahabat Jali sudah mau sholat ke Musholla karena
pengaruh dari lagu yang Jali buat.
Sesungguhnya yang terakhir,
Lebih baik dari awal,
Tapi kita nggak tahu kapan terakhir itu
Makanya pintu tobat belum tertutup
Selama maut belum menjemput
Syair dari lagu PREMAN DAN USTAD menjadi pintu hidayah bagi semua kawan-kawan
Jali yang sebelumnya sangat alergi dengan sholat apalagi ajaran Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar