Jali sangat tertarik untuk mempelajari Islam
lebih lanjut dan lebih dalam lagi. Sekarang dia tahu dan mengerti bahwa manusia
tidak pernah lepas dari kepentingan hidupnya. Suka atau tidak suka, itulah
kenyataannya…, selama manusia hidup dia tidak akan pernah lepas dari
kepentingan hidup dan cita-citanya.
Sebagai
manusia biasa Jali merasa sedikit kecewa karena lagunya yang berjudul PREMAN
DAN USTAD tidak dapat di terima oleh produser rekaman karena alasan takut
menyinggung para Ustad dan Kiai. Itulah kenyataan pemikiran sebahagian besar
manusia Indonesia yang sangat alergi pada kritik tapi sangat suka pada puja dan
puji, sering Jali bertanya pada dirinya sendiri…, Apakah Ustad dan Kiai itu
sebuah jabatan atau sebuah instansi sehingga sang produser takut para pemuka
agama tersebut tersinggung dengan alasan nama baik ?.
Hari
ini Jali merenung seorang diri di Musholla Kelurahannya. Dia berpikir kembali
apakah syair lagu “ PRINSIP BISMILLAH “ yang baru di tulisnya bisa menyinggung
orang lain atau tidak, padahal syair lagu itu adalah suara isi hatinya tentang
Islam yang baru dia pelajari. Kembali dia memikirkan dirinya dan pemikirannya
sendiri, alangkah susahnya jadi manusia yang harus bermanis-manis muka dan
tidak jujur pada dirinya sendiri melihat kenyataan yang ada.
Tanpa
di sadari oleh Jali, pak Darwis masuk seorang diri di Musholla itu. Pak Darwis
membiarkan saja Jali yang seolah-olah bicara pada dirinya sendiri karena pak
Darwis tahu, itulah proses Jali mencari tahu hakikat kehidupan yang dia jalani.
Pak
Darwis lalu melaksanakan sholat Sunnah di Musholla itu, ketika telah selesai
dia melaksanakan zikir dengan mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa
Illaha Illallah, Allahuakbar, Laa Haula Walla Quwata Illa Billah “.
Jali
sadar ternyata ada orang yang sholat di Musholla itu dan alangkah senangnya
ketika dia lihat yang sholat adalah pak Darwis, orang yang telah membuka
hatinya tentang Islam, orang yang telah merubah cara berpikirnya.
Dia
menunggu sampai pak Darwis selesai melaksanakan zikirnya.
Ketika
pak Darwis telah selesai dari zikirnya, Jali mendatangi pak Darwis untuk bertanya
tentang permasalahannya.
“ Pak Darwis, terima kasih karena bapak telah membuka cara berpikir saya tentang Islam “, kata Jali setelah dia menyalami pak Darwis saat bertemu.
Pak
Darwis hanya tersenyum sebagai ciri khasnya setelah menyalami Jali.
“
Tapi Jali ingin bertanya pak, Jali sudah mendapatkan inspirasi dengan membuat
lagu dari suara hati Jali sendiri, tapi kenapa produser tidak suka dengan
alasan bisa menyinggung orang lain seperti Ustad dan Kiai, saya putus asa pak
“, kata Jali.
“
Pak Jali, itulah kehidupan, menurut kita apa yang kita lakukan baik tapi belum
tentu buat orang lain “, jawab pak Darwis.
“
Tapi pak Jali tidak boleh berputus asa “, kata pak Darwis selanjutnya.
“
Kenapa pak ? “, tanya Jali.
“
Pak Jali sudah tahu makna dari kalimah Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbirkan ?
“, pak Darwis balik bertanya ke Jali.
“
Sudah pak, dan makna dari kalimah itu sangat berarti bagi kehidupan Jali “.
“
Sekarang pak Jali harus belajar dan mempraktekkan kalimah Tawakal yaitu Laa
Haula Walla Quwata Illa Billah dalam kehidupan pak Jali “, kata pak Darwis.
“
Kalimah Tawakal itu artinya Tiada Daya dan Upaya Selain Dengan Pertolongan
Allah maknanya apapun yang pak Jali lakukan niatkan untuk ibadah bapak, mau
gagal atau berhasil itulah ibadah bapak kepada Allah SWT yang telah menciptakan
bapak sebagai manusia, jangan pernah berhenti untuk bekarya “, kata pak Darwis
selanjutnya.
“
Bacalah Qur’an pak Jali sebagai petunjuk hidup karena Alqur’an adalah petunjuk
hidup manusia dalam suka dan duka di sepanjang masa “, kata pak Darwis lagi.
Jali menatap wajah pak Darwis dan pak Darwis tersenyum teduh menatap tatapan Jali.
“
Bacalah Qur’an dan terus bekarya, mau gagal atau berhasil itu nggak penting
yang penting Jali telah berusaha , begitu pak ?”, tanya Jali.
Pak
Darwis menganggukan wajahnya dan tersenyum.
Senyum
dari pak Darwislah yang membuat Jali selalu termotivasi untuk melakukan apa
yang di katakannya.
Alangkah
indahnya bila apapun yang di lakukan manusia di niatkan untuk ibadah kepada
Allah SWT dengan berpedoman kepada Al’Qur’an dan Hadist Rasullulah tanpa pernah
berusaha untuk mempertentangkannya dengan ideologi negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar