Bismillahirahmanirahim, Dengan Nama Allah Yang
Maha Pengasih Dan Penyayang. Bismillah artinya dengan Nama Allah yang ada dalam
Asmaul Husna dan setiap manusia mempunyai celupan sifat-sifat itu di dalam
dirinya sendiri yang bertujuan untuk memberikan Rahman dan Rahim atau Kasih dan
Sayang.
Oleh
sebab itu dalam memulai segala hal yang akan kita lakukan, umat Islam di suruh
untuk mengucapkan kata Bismillahirahmanirahim, dengan harapan agar kita sadar
bahwa memberikan Rahman dan Rahim atau Kasih dan Sayang adalah tujuan manusia di hadirkan di muka
bumi ini.
Coba
kita berpikir sebentar kenapa tujuan manusia hadir di bumi harus memberikan
Rahman ( Kasih ) dan Rahim ( Sayang ) bukan yang lainnya seperti Khaliq (
Pencipta ) dan Ghaniyy ( Kaya ) misalnya ?.
Jika
manusia tujuannya adalah Khaliq ( Pencipta ) maka dalam segala hal dia akan
mengedepankan hasil penciptaannya atau karyanya tanpa memikirkan untuk apa
penciptaan atau hasil karya itu di buat, nggak perduli apakah yang di buatnya
itu berguna untuk orang lain atau tidak, bisa membunuh atau menyakiti orang
lain atau tidak, makanya hasil Khaliq atau hasil peciptaan atau karya manusia
tidak boleh lepas dari tujuan awal manusia yaitu Rahman ( Kasih ) dan Rahim (
Sayang ).
Begitu
juga sifat Ghaniyy atau ingin kaya pada manusia, jika tujuan manusia hanya
ingin kaya maka dia akan menghalalkan segala cara seperti korupsi, memberikan
penyakit kepada orang lain dengan ilmunya agar dia kaya dan lain sebagainya.
Kita
kembali ke cerita kita dan kali ini kita bicara tentang Darsono, pedagang bakso
keliling yang memberikan formalin dan borax di dagangannya.
Saat
pembeli sedang ramai – ramainya di Sekolah Dasar tempat biasanya Darsono
menjual bakso dagangannya, tiba-tiba ada pemeriksaan kandungan zat-zat
berbahaya dari Balai Kesehatan dan Makanan di tempat itu.
Darsono
tidak dapat berbuat apa-apa ketika petugas dari Balai Kesehatan dan Makanan
memeriksa dagangannya bersama aparat kepolisian setempat.
“
Dari hasil pemeriksaan kami, dagangan bapak ini jelas sangat berbahaya bagi
kesehatan pembeli bapak karena di bakso bapak positif mengandung formalin dan
di kecap bapak positif mengandung borax “, kata perempuan berjilbab, seorang
petugas dari Balai Kesehatan dan Makanan kepada Darsono.
“
Jadi apa yang selama ini di makan Intan adalah racun bu ? “, kata Ibu Intan
kepada petugas tersebut.
Petugas
itu tidak menjawab pertanyaan ibu Intan.
“
Saya nggak pernah tahu, kalau bakso saya ini mengandung zat berbahaya “, kata
Darsono membela diri.
Tiba-tiba
ibunya Intan menampar Darsono “ bohong kamu ? “ kata ibu Intan.
Tindakan
ibu Intan ini memancing reaksi dari para orang tua murid dan pengantar si SD
tersebut untuk menghakimi Darsono.
Petugas
kepolisian dengan sigap mengamankan Darsono dari kemarahan massa di SD tersebut
dengan membawanya ke mobil polisi yang siaga di sekolah tersebut.
Darsono
adalah contoh seorang manusia yang salah membaca Asmaul Husna dalam dirinya
sendiri, karena motif dendam, mencari rezeki atau apapun itu tidak boleh
melanggar tujuan manusia di ciptakan di bumi yaitu memberikan Rahman ( Kasih )
dan Rahim ( Sayang ) bagi para pelanggannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar