Minggu, 19 Januari 2014

38. YANG NAMANYA BANGKAI, PASTI TERCIUM.



              Bismillahirahmanirahim, Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Dan Penyayang. Bismillah artinya dengan Nama Allah yang ada dalam Asmaul Husna dan setiap manusia mempunyai celupan sifat-sifat itu di dalam dirinya sendiri yang bertujuan untuk memberikan Rahman dan Rahim atau Kasih dan Sayang.

              Oleh sebab itu dalam memulai segala hal yang akan kita lakukan, umat Islam di suruh untuk mengucapkan kata Bismillahirahmanirahim, dengan harapan agar kita sadar bahwa memberikan Rahman dan Rahim atau Kasih dan Sayang  adalah tujuan manusia di hadirkan di muka bumi ini.

              Coba kita berpikir sebentar kenapa tujuan manusia hadir di bumi harus memberikan Rahman ( Kasih ) dan Rahim ( Sayang ) bukan yang lainnya seperti Khaliq ( Pencipta ) dan Ghaniyy ( Kaya ) misalnya ?.
              Jika manusia tujuannya adalah Khaliq ( Pencipta ) maka dalam segala hal dia akan mengedepankan hasil penciptaannya atau karyanya tanpa memikirkan untuk apa penciptaan atau hasil karya itu di buat, nggak perduli apakah yang di buatnya itu berguna untuk orang lain atau tidak, bisa membunuh atau menyakiti orang lain atau tidak, makanya hasil Khaliq atau hasil peciptaan atau karya manusia tidak boleh lepas dari tujuan awal manusia yaitu Rahman ( Kasih ) dan Rahim ( Sayang ).

              Begitu juga sifat Ghaniyy atau ingin kaya pada manusia, jika tujuan manusia hanya ingin kaya maka dia akan menghalalkan segala cara seperti korupsi, memberikan penyakit kepada orang lain dengan ilmunya agar dia kaya dan lain sebagainya.

              Kita kembali ke cerita kita dan kali ini kita bicara tentang Darsono, pedagang bakso keliling yang memberikan formalin dan borax di dagangannya.

              Saat pembeli sedang ramai – ramainya di Sekolah Dasar tempat biasanya Darsono menjual bakso dagangannya, tiba-tiba ada pemeriksaan kandungan zat-zat berbahaya dari Balai Kesehatan dan Makanan di tempat itu.

              Darsono tidak dapat berbuat apa-apa ketika petugas dari Balai Kesehatan dan Makanan memeriksa dagangannya bersama aparat kepolisian setempat.

              “ Dari hasil pemeriksaan kami, dagangan bapak ini jelas sangat berbahaya bagi kesehatan pembeli bapak karena di bakso bapak positif mengandung formalin dan di kecap bapak positif mengandung borax “, kata perempuan berjilbab, seorang petugas dari Balai Kesehatan dan Makanan kepada Darsono.

              “ Jadi apa yang selama ini di makan Intan adalah racun bu ? “, kata Ibu Intan kepada petugas tersebut.

              Petugas itu tidak menjawab pertanyaan ibu Intan.

              “ Saya nggak pernah tahu, kalau bakso saya ini mengandung zat berbahaya “, kata Darsono membela diri.

              Tiba-tiba ibunya Intan menampar Darsono “ bohong kamu ? “ kata ibu Intan.

           Tindakan ibu Intan ini memancing reaksi dari para orang tua murid dan pengantar si SD tersebut untuk menghakimi Darsono.

              Petugas kepolisian dengan sigap mengamankan Darsono dari kemarahan massa di SD tersebut dengan membawanya ke mobil polisi yang siaga di sekolah tersebut.

              Darsono adalah contoh seorang manusia yang salah membaca Asmaul Husna dalam dirinya sendiri, karena motif dendam, mencari rezeki atau apapun itu tidak boleh melanggar tujuan manusia di ciptakan di bumi yaitu memberikan Rahman ( Kasih ) dan Rahim ( Sayang ) bagi para pelanggannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar