Minggu, 19 Januari 2014

28. JALI KENAL DIRINYA DENGAN MEMBACA ASMAUL HUSNA



Asmaul Husna adalah Nama - Nama Allah Yang Indah dan Baik. Nama – Nama yang indah ini adalah sifat-sifat yang mutlak ada pada Allah SWT dan sifat – sifat ini juga ada sedikit sekali pada manusia.

Sifat – sifat Asmaul Husna pada manusia adalah laksana setetes air di jari telunjuk, itulah manusia sedangkan Asmaul Husna pada Allah SWT adalah laksana luasnya seluruh samudera bahkan lebih dari pada luasnya langit dan bumi karena Allah SWT adalah Zat yang tak terbatas sedangkan manusia sehebat apapun dia akan selalu di batasi oleh ruang dan waktu.

Shibghah ( celupan ) Allah, dan siapakah yang lebih baik shibghah-nya dari pada shigbhah Allah ?, Dan hanya kepadanyalah kami menyembah  ( Surah Al-Baqarah ( 2 ) ayat 138 ).

Shibghah itu artinya celupan seperti celupan warna, artinya dalam diri manusia ada celupan Sifat-Sifat Allah Yang Indah dan Baik. 

Sekarang mari kita tela’ah apa – apa saja celupan-celupan Sifat – sifat Allah yang Indah dan Baik itu yang ada dalam diri setiap manusia.

No.
Nama
Arab
Indonesia

الله
Allah
1
الرحمن
Yang Maha Pengasih
2
الرحيم
Yang Maha Penyayang
3
الملك
Yang Maha Merajai/Memerintah
4
القدوس
Yang Maha Suci
5
السلام
Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6
المؤمن
Yang Maha Memberi Keamanan
7
المهيمن
Yang Maha Pemelihara
8
العزيز
Yang Maha Perkasa
9
الجبار
Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10
المتكبر
Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11
الخالق
Yang Maha Pencipta
12
البارئ
Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13
المصور
Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14
الغفار
Yang Maha Pengampun
15
القهار
Yang Maha Memaksa
16
الوهاب
Yang Maha Pemberi Karunia
17
الرزاق
Yang Maha Pemberi Rezeki
18
الفتاح
Yang Maha Pembuka Rahmat
19
العليم
Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20
القابض
Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21
الباسط
Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22
الخافض
Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23
الرافع
Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24
المعز
Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25
المذل
Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26
السميع
Yang Maha Mendengar
27
البصير
Yang Maha Melihat
28
الحكم
Yang Maha Menetapkan
29
العدل
Yang Maha Adil
30
اللطيف
Yang Maha Lembut
31
الخبير
Yang Maha Mengenal
32
الحليم
Yang Maha Penyantun
33
العظيم
Yang Maha Agung
34
الغفور
Yang Maha Pengampun
35
الشكور
Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36
العلى
Yang Maha Tinggi
37
الكبير
Yang Maha Besar
38
الحفيظ
Yang Maha Memelihara
39
المقيت
Yang Maha Pemberi Kecukupan
40
الحسيب
Yang Maha Membuat Perhitungan
41
الجليل
Yang Maha Mulia
42
الكريم
Yang Maha Mulia
43
الرقيب
Yang Maha Mengawasi
44
المجيب
Yang Maha Mengabulkan
45
الواسع
Yang Maha Luas
46
الحكيم
Yang Maha Maka Bijaksana
47
الودود
Yang Maha Mengasihi
48
المجيد
Yang Maha Mulia
49
الباعث
Yang Maha Membangkitkan
50
الشهيد
Yang Maha Menyaksikan
51
الحق
Yang Maha Benar
52
الوكيل
Yang Maha Memelihara
53
القوى
Yang Maha Kuat
54
المتين
Yang Maha Kokoh
55
الولى
Yang Maha Melindungi
56
الحميد
Yang Maha Terpuji
57
المحصى
Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu)
58
المبدئ
Yang Maha Memulai
59
المعيد
Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60
المحيى
Yang Maha Menghidupkan
61
المميت
Yang Maha Mematikan
62
الحي
Yang Maha Hidup
63
القيوم
Yang Maha Mandiri
64
الواجد
Yang Maha Penemu
65
الماجد
Yang Maha Mulia
66
الواحد
Yang Maha Tunggal
67
الاحد
Yang Maha Esa
68
الصمد
Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69
القادر
Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70
المقتدر
Yang Maha Berkuasa
71
المقدم
Yang Maha Mendahulukan
72
المؤخر
Yang Maha Mengakhirkan
73
الأول
Yang Maha Awal
74
الأخر
Yang Maha Akhir
75
الظاهر
Yang Maha Nyata
76
الباطن
Yang Maha Ghaib
77
الوالي
Yang Maha Memerintah
78
المتعالي
Yang Maha Tinggi
79
البر
Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
80
التواب
Yang Maha Penerima Tobat
81
المنتقم
Yang Maha Pemberi Balasan
82
العفو
Yang Maha Pemaaf
83
الرؤوف
Yang Maha Pengasuh
84
مالك الملك
Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85
ذو الجلال و الإكرام
Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86
المقسط
Yang Maha Pemberi Keadilan
87
الجامع
Yang Maha Mengumpulkan
88
الغنى
Yang Maha Kaya
89
المغنى
Yang Maha Pemberi Kekayaan
90
المانع
Yang Maha Mencegah
91
الضار
Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92
النافع
Yang Maha Memberi Manfaat
93
النور
Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94
الهادئ
Yang Maha Pemberi Petunjuk
95
البديع
Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya
96
الباقي
Yang Maha Kekal
97
الوارث
Yang Maha Pewaris
98
الرشيد
Yang Maha Pandai
99
الصبور
Yang Maha Sabar

Sekarang tanyakan ke diri kita sendiri, adakah kita ingin menjadi orang yang pengasih, penyayang, merajai ( menguasai ), suci, dan lain sebagainya yang ada dalam Asmaul Husna…jawabnya pasti ada karena itulah isi dari jiwa manusia dan dari Asmaul Husna ini terdapat cara pandang atau berbagai macam sisi pandang manusia karena selain manusia mempunyai celupan ( shigbhah ) Allah, dia juga mempunyai nafsu dan nafsu itu sangat erat dengan kepentingan dan tujuan hidup juga cita – citanya, makanya kita di suruh untuk Menyebut Nama Allah dalam segala tindakan atau apapun yang kita perbuat. 

Bismillahirahmanirahim artinya Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Bismillah artinya Dengan Nama Allah yang ada dalam Asmaul Husna dan tujuannya adalah memberikan Rahman dan Rahim atau Kasih dan Sayang, itulah tujuan manusia di hadirkan ke bumi bukan untuk materi atau sejenisnya tapi untuk Kasih ( Rahman ) dan Sayang ( Rahim ) bagi seluruh mahluk ciptaan Allah SWT.

Kita kembali ke tokoh kita, Jali yang sangat serius membaca buku Asmaul Husna dan sebelumnya melaksanakan sholat untuk men scan dirinya sendiri seperti yang di ajarkan pak Darwis padanya.

Jali membaca satu persatu isi dari Asmaul Husna, kemudian dia ingat pada apa yang di katakan pak Darwis.

“ Pak Jali, ini saya kasi buku Asmaul Husna, nanti bapak baca dan tanyakan ke diri bapak sendiri adakah sifat-sifat itu dalam diri bapak “

Pesan dari pak Darwis ini di ingatnya terus kemudian dia membaca secara pelan-pelan mulai dari kata Allah, Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al – Malik dan seterusnya juga membaca artinya dalam bahasa Indonesia yang dia mengerti kemudian dia menangis dan dadanya terguncang sambil bersujud.

“ Ya Allah…inilah yang ku cari selama ini…berarti Engkau selalu ada dalam diriku sendiri, Engkau selalu mengikuti kemanapun aku pergi…,aku mohon ampun pada Mu ya Allah atas ketidak tahuanku selama ini.

Jali telah mendapat hidayah dari Allah SWT melalui pak Darwis dan itulah fungsi dari manusia yaitu menyampaikan dakwah secara lemah lembut dan sabar dan di sesuaikan dengan cara berpikir dan kemampuan berpikir orang yang di beri dakwah.

“ Barang Siapa Mengenal Dirinya Maka Dia Akan Mengenal Diri Tuhannya “.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar