Minggu, 19 Januari 2014

43. JALI MENGARANG LAGU BACALAH QUR’AN.



Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup manusia yang mau bertaqwa, Alqur’an itu adalah kitab suci yang berlaku sepanjang masa, Alqur’an itu tidak ada satupun pertentangan di dalamnya karena Alqur’an adalah cara Allah menyampaikan pesannya kepada seluruh umat manusia. Bacalah Qur’an, renungkan dan pikir dengan hatimu.

Di samping kita rajin membaca Qur’an, kita juga harus rajin membaca tanda-tanda yang ada dalam kehidupan ini. Bukti adanya Allah SWT adalah sempurnanya hasil ciptaanNYA yaitu langit dan bumi maka sebagai hamba Allah pelajarilah sistem-sistem Maha Sempurna yang telah Allah buat, karena pada dasarnya manusia hanya di suruh mencontoh dari sistem kerja yang di buat Sang Maha Kuasa.

Kita kembali ke tokoh kita yaitu Jali sangat termotivasi dengan kata-kata pak Darwis yang menyuruhnya sering-sering membaca Qur’an sebagai petunjuk hidupnya. Seperti biasa bila ada inspirasi Jali mengambil gitar lalu jadilah lagu yang berasal dari suara hatinya.

                        Bila Kau Punya Masalah Bacalah Qur’an
                        Lalu Kau Renungkan Dengan Hatimu
                        Berpikirlah Untuk Kasih Sayang
                        Ingatlah Selalu Prinsip Bismillah

                                                Alqur’an Itu Adalah Petunjuk
                                                Bagi Mereka Yang Mau Bertaqwa
                                                Tak Kan Sesat Sampai Akhir Zaman
                                                Itulah Dia Tujuan Islam

                                                                        Allah Menciptakan Semua Manusia
                                                                        Sebagai KhalifahNYA
                                                                        Dia Memberikan Semua Manusia
                                                                        Celupan Sifat-SifatNYA
                                                                         Untuk Kasih Sayang.
                        Bacalah Qur’an, Renungkanlah
                        Bacalah Qur’an.

Itulah syair lagu yang di tulis Jali kali ini, Jali memberinya judul BACALAH QUR’AN karena terinspirasi dari pembicaraannya dengan pak Darwis.

Jali menyanyikan lagu BACALAH QUR’AN ini pada kawan-kawannya di pos ronda dan kawan-kawannya sangat suka karena irama lagu ini asyik, riang dan menyentuh.

“ Bang Jali, abang yang main rythem, aku yang melodinya “ , kata Bujang karena dia sangat suka pada lagu yang baru di buat Jali “

 “ Okelah “, kata Jali sambil memainkan gitarnya di iringi melodi oleh Bujang dan seluruh sahabat-sahabatnya bernyanyi bersama.

  “ Jal…, mari kita datangi lagi produser yang kemarin, bawa dua lagu yang baru elu buat, mana tahu hari ini kita beruntung “, kata Bahar selanjutnya.

  “ Yah…seperti kata pak Darwis, Laa Haula walla Quwata Illa Billah…mau di terima atau nggak itu nggak penting, yang penting gue buat lagu ini sebagai ibadah gue “, kata Jali selanjutnya.

    “ Kita rekam aja dulu di studio musik, kita buat yang bagus biar produser mau terima “, kata Bujang memberi usul.

    “ Siiiplah, besok kita rekam sekalian kita arransemen “, kata Bahar.

Lalu mereka merekam lagu BACALAH QUR’AN DAN PRINSIP BISMILLAH yang di karang Jali dan di aransemen sendiri oleh mereka.

Keesokan harinya Jali, Bahar dan Bujang mendatangi produser, sangat berbeda dengan lagu PREMAN DAN USTAD kemarin, kedua lagu ini sangat di sukai oleh produser.

    “ Keren, lagu ini bagus banget dan saya yakin jika lagu ini di lempar ke pasar akan laku “, kata produser.

Jali, Bahar dan Bujang tersenyum mendengar pujian dari produser rekaman.

     “ Oke, lagu ini saya beli, saya harap kalian sendiri yang menyanyikannya karena warna lagu ini sangat cocok buat kalian, kalau kalian mau, kalian di bawah manajemen saya, bagaimana ? “, tanya produser tersebut.

       " Oke pak, justru itu yang kami mau “, kata Bahar pula.

Tidak ada yang menduga rejeki orang, itulah yang di alami oleh Jali, Bahar, Bujang dan sahabat-sahabatnya, karena lagu yang di buat Jali dan di nyanyikan oleh mereka laku keras di pasaran sesuai prediksi dari produser rekaman.

 Kalau dulu Jali dan sahabat-sahabatnya yang suka nongkrong di pos ronda tidak pernah di anggap oleh orang-orang di Kelurahan mereka, sekarang justru di bangga-banggakan bahkan tidak sedikit yang mengaku saudara padahal dulu suka menghina.

 Itulah contoh kehidupan, tidak ada yang tahu masa depan seseorang, yang penting kita terus berusaha dan berusaha sesuai manajemen zikir yang di ajarkan pak Darwis pada Jali, sehingga Jali bisa sukses dan kesuksesan itu bukan untuk dirinya sendiri saja tetapi juga untuk orang lain.

 Niatkan usaha kita untuk ibadah kepada Allah, sehingga bilapun kita gagal Allah SWT telah mencatat kebaikan yang kita buat. 

Setiap manusia pasti punya kelebihan pada satu sisi tapi punya kelemahan pada sisi yang lainnya, jadi hanya orang bodoh dan tolol yang berputus asa pada kenyataan hidup yang di alaminya sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar