Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup manusia
yang mau bertaqwa, Alqur’an itu adalah kitab suci yang berlaku sepanjang masa,
Alqur’an itu tidak ada satupun pertentangan di dalamnya karena Alqur’an adalah
cara Allah menyampaikan pesannya kepada seluruh umat manusia. Bacalah Qur’an,
renungkan dan pikir dengan hatimu.
Di
samping kita rajin membaca Qur’an, kita juga harus rajin membaca tanda-tanda
yang ada dalam kehidupan ini. Bukti adanya Allah SWT adalah sempurnanya hasil
ciptaanNYA yaitu langit dan bumi maka sebagai hamba Allah pelajarilah
sistem-sistem Maha Sempurna yang telah Allah buat, karena pada dasarnya manusia
hanya di suruh mencontoh dari sistem kerja yang di buat Sang Maha Kuasa.
Kita
kembali ke tokoh kita yaitu Jali sangat termotivasi dengan kata-kata pak Darwis
yang menyuruhnya sering-sering membaca Qur’an sebagai petunjuk hidupnya.
Seperti biasa bila ada inspirasi Jali mengambil gitar lalu jadilah lagu yang
berasal dari suara hatinya.
Bila
Kau Punya Masalah Bacalah Qur’an
Lalu
Kau Renungkan Dengan Hatimu
Berpikirlah
Untuk Kasih Sayang
Ingatlah
Selalu Prinsip Bismillah
Alqur’an
Itu Adalah Petunjuk
Bagi
Mereka Yang Mau Bertaqwa
Tak
Kan Sesat Sampai Akhir Zaman
Itulah
Dia Tujuan Islam
Allah
Menciptakan Semua Manusia
Sebagai
KhalifahNYA
Dia
Memberikan Semua Manusia
Celupan
Sifat-SifatNYA
Untuk
Kasih Sayang.
Bacalah
Qur’an, Renungkanlah
Bacalah
Qur’an.
Itulah
syair lagu yang di tulis Jali kali ini, Jali memberinya judul BACALAH QUR’AN
karena terinspirasi dari pembicaraannya dengan pak Darwis.
Jali
menyanyikan lagu BACALAH QUR’AN ini pada kawan-kawannya di pos ronda dan
kawan-kawannya sangat suka karena irama lagu ini asyik, riang dan menyentuh.
“ Bang Jali, abang yang main rythem, aku yang melodinya “ , kata Bujang karena dia sangat suka pada lagu yang baru di buat Jali “
“
Okelah “, kata Jali sambil memainkan gitarnya di iringi melodi oleh Bujang dan
seluruh sahabat-sahabatnya bernyanyi bersama.
“
Jal…, mari kita datangi lagi produser yang kemarin, bawa dua lagu yang baru elu
buat, mana tahu hari ini kita beruntung “, kata Bahar selanjutnya.
“
Yah…seperti kata pak Darwis, Laa Haula walla Quwata Illa Billah…mau di terima
atau nggak itu nggak penting, yang penting gue buat lagu ini sebagai ibadah gue
“, kata Jali selanjutnya.
“
Kita rekam aja dulu di studio musik, kita buat yang bagus biar produser mau
terima “, kata Bujang memberi usul.
“
Siiiplah, besok kita rekam sekalian kita arransemen “, kata Bahar.
Lalu
mereka merekam lagu BACALAH QUR’AN DAN PRINSIP BISMILLAH yang di karang Jali
dan di aransemen sendiri oleh mereka.
Keesokan
harinya Jali, Bahar dan Bujang mendatangi produser, sangat berbeda dengan lagu
PREMAN DAN USTAD kemarin, kedua lagu ini sangat di sukai oleh produser.
“
Keren, lagu ini bagus banget dan saya yakin jika lagu ini di lempar ke pasar
akan laku “, kata produser.
Jali, Bahar dan Bujang tersenyum mendengar pujian dari produser rekaman.
“
Oke, lagu ini saya beli, saya harap kalian sendiri yang menyanyikannya karena
warna lagu ini sangat cocok buat kalian, kalau kalian mau, kalian di bawah
manajemen saya, bagaimana ? “, tanya produser tersebut.
"
Oke pak, justru itu yang kami mau “, kata Bahar pula.
Tidak
ada yang menduga rejeki orang, itulah yang di alami oleh Jali, Bahar, Bujang
dan sahabat-sahabatnya, karena lagu yang di buat Jali dan di nyanyikan oleh
mereka laku keras di pasaran sesuai prediksi dari produser rekaman.
Kalau
dulu Jali dan sahabat-sahabatnya yang suka nongkrong di pos ronda tidak pernah
di anggap oleh orang-orang di Kelurahan mereka, sekarang justru di
bangga-banggakan bahkan tidak sedikit yang mengaku saudara padahal dulu suka
menghina.
Itulah
contoh kehidupan, tidak ada yang tahu masa depan seseorang, yang penting kita
terus berusaha dan berusaha sesuai manajemen zikir yang di ajarkan pak Darwis
pada Jali, sehingga Jali bisa sukses dan kesuksesan itu bukan untuk dirinya
sendiri saja tetapi juga untuk orang lain.
Niatkan
usaha kita untuk ibadah kepada Allah, sehingga bilapun kita gagal Allah SWT
telah mencatat kebaikan yang kita buat.
Setiap
manusia pasti punya kelebihan pada satu sisi tapi punya kelemahan pada sisi
yang lainnya, jadi hanya orang bodoh dan tolol yang berputus asa pada kenyataan
hidup yang di alaminya sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar